NARASI PEMBUATAN FILM KLA PADA BANGUNAN GYEONGBOK PALACE, KOREA SELATAN

Standar

TATA RUANG LUAR PADA BANGUNAN GYEONGBOK PALACE, KOREA SELATAN

Script Gyeongbok Palace, Korea.

       Tepatnya di sebelah utara kota Seoul (Gangbuk), Korea Selatan. Istana ini termasuk dari 5 istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon. Gyeongbok Palace, sebuah nama yang indah yang mempunyai arti “tempat yang diberkati oleh kahyangan”.

1

        Barangkali nama tersebut memang tidak berlebihan karena dilihat dari sudut pandang fengshui, posisi istana Gyeongbokgung sangat strategis. Gyeongbokgung terletak di jantung kota Seoul dan diapit oleh dua buah gunung yaitu Gunung Bugaksan di bagian belakang dan Gunung Namsan di bagian depan istana. Gyeongbokgung Palace dibangun di atas area tanah seluas hampir tujuh ratus ribu meter persegi dan jumlah bangunan sebanyak lima ratus buah, serta dikelilingi oleh tembok beton.

Gerbang Gwanghwamun & Gerbang Heungnyemun

        Istana ini mempunyai empat pintu gerbang yang tinggi dan kokoh. Pintu gerbang utama Gyeongbok Palace dikenal dengan nama Gwanghwamun.

2

          Pada masa Invasi Jepang tahun 1592, gerbang ini mengalami kehancuran parah. Raja Gojong kembali memerintahkan pembangunannya di tahun 1867 bersamaan dengan pendirian kembali bagian-bagian istana. Gwanghwamun berdiri tegak sampai tahun 1926, ketika pada masa Penjajahan Jepang, gerbang ini dipindahkan ke lokasi yang sekarang di Museum Nasional Rakyat Korea sebagai gerbang Bangunan Pemerintahan Jenderal Jepang yang luas. Setelah kemerdekaan dari Jepang dan Perang Korea, Gwanghwamun mengalami kerusakan parah. Barulah pada tahun 1963 almarhum presiden Park Chung-hee memerintahkan pembangunan dan perbaikan. Papan nama Gwanghwamun dilukis sendiri oleh Park Chung-hee dan berdiri tegak sampai akhir 2006.

3

4

Geunjeongjeon, Bangunan Utama Gyeongbok Palace

          Keberadaan bangunan Kunjong-jon sudah lebih dari 600 tahun, istana ini telah rusak parah beberapa kali. Meskipun hanya menyisakan sekitar selusin bangunan tetap, pada satu titik kompleks ini ditempatkan beberapa ratus bangunan. Yang telah Banyak dibangun kembali sesuai dengan spesifikasi asli dulu. Keunjeong-jeon, tahta kerajaan hall terbesar yang terbuat dari struktur kayu Korea yang masih hidup.Istana ini digunakan Sebagai tempat urusan Raja,tempat diselenggarakan acara resmi, dan menerima utusan asing. Dibangun pada 1394, sering sekali pejabat-pejabat tinggi berkumpul di pengadilan ini untuk menghormati raja mereka terdahulu.

          Keunjeong-jeon Sebelumnya ada tiga pintu gerbang berturut-turut sebelah selatan pintu masuk, antara Keunjeong-jon dan kota. Keunjeong-kanggo dapat dilihat di tengah koridor selatan. Hongnye-kanggo telah dirobohkan untuk membuat jalan. Kwanghwa-Mun ada di dinding luar istana, di depan ibukota (sekarang direnovasi untuk membangun Museum Nasional yang baru). Sebuah pemandangan yang mengesankan dari harmoni yang diciptakan antara Keunjeong-jon dan Pukhan-san seperti pegunungan, yang dapat dilihat dari pilar kedua dari ujung timur dan koridor selatan.

5

         Ini adalah tempat pertemuan para pejabat kerajaan, tempat di mana raja mengeluarkan pernyataan, menyambut utusan asing, juga tempat penobatan keluarga kerajaan seperti diangkatnya raja baru, ratu dan sebagainya.

6

Dilihat dari koridor

7

Phoenix dan anggur pola terukir di jalan joli menuju Geunjeongjeon Balai

8

Tandu jalan menuju Geunjeongjeon Hall.

Gwanghwamun Penjaga Kerajaan

2425

GeunjeongJeon (Kediaman Raja)

          Begitu masuk dari gerbang utama Gwanghamun, pengunjung bisa melihat hamparan halaman batu yang luas. Di tengah halaman berdiri bangunan utama, Geunjeongjeon, tempat kaisar menyelenggarakan pemerintahan, pertemuan, menerima tamu luar negeri, dan upacara penobatan.

9

         Gangnyeongjeon ( Hangul : 강녕전; hanja : 康寧殿), juga disebut Gangnyeongjeon Hall, adalah sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat utama raja yang berada.  Pertama dibangun pada tahun 1395, tahun keempat Raja Taejo , bangunan berisi ruang tidur raja . Hancur selama invasi Jepang ke Korea pada tahun 1592, bangunan itu dibangun kembali ketika Gyeongbokgung dibangun kembali pada tahun 1867, tapi itu lagi dibakar oleh api besar pada November 1876 dan harus dikembalikan pada tahun 1888 mengikuti perintah dari Raja Gojong .

12

         Namun, ketika Huijeongdang dari Changdeokgung Palace dibakar oleh api pada tahun 1917, pemerintah Jepang dipotong-potong bangunan dan menggunakan bahan-bahan konstruksi untuk mengembalikan Huijeongdang pada tahun 1920. [6] sekarang Gangnyeongjeon dibangun pada tahun 1994, teliti mengembalikan bangunan ke aslinya spesifikasi dan desain.

          Gangnyeongjeon terdiri dari koridor dan empat belas ruang persegi panjang, masing-masing tujuh ruang yang terletak di sisi kiri dan kanan gedung dalam tata letak keluar seperti kotak-kotak. raja menggunakan ruang tengah sementara petugas pengadilan diduduki kamar-kamar yang tersisa untuk melindungi, membantu, dan menerima pesanan. Bangunan terletak di atas fondasi batu yang tinggi, dan dek batu atau beranda terletak di depan gedung.

13

    Fitur mencatat bangunan adalah tidak adanya atap putih punggung atas disebut yongmaru ( Hangul : 용마루) di Korea. Banyak teori yang ada untuk menjelaskan ketiadaan, yang satu terkemuka menyatakan bahwa, karena raja itu disimbolkan sebagai naga selama dinasti Joseon, yang yongmaru, yang berisi surat naga atau yong (龍), tidak bisa beristirahat di atas raja ketika ia sedang tidur.

1011

Detail Tembok Pada Bangunan GeunjeongJeon

Gyotaejeon (Kediaman Ratu)

         Gyotaejeon ( Hangul : 교태전; hanja : 交泰殿)., Juga disebut Gyotaejeon Hall, adalah sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal utama dengan ratu selama Dinasti Joseon. Bangunan ini terletak di belakang Gangnyeongjeon, tempat raja, dan berisi ruang tidur ratu. Ini pertama kali dibangun pada sekitar tahun 1440, tahun 22 Raja Sejong yang Agung .

14

     Raja Sejong, yang tercatat memiliki kesehatan yang rapuh di kemudian pemerintahannya, memutuskan untuk melaksanakan tugas eksekutif di Gangnyeongjeon, di mana ruang tempat tidurnya berada, bukan Sajeongjeon. Sejak keputusan ini berarti banyak pejabat pemerintah secara rutin diperlukan untuk mengunjungi dan mengganggu Gangnyeongjeon, Raja Sejong memiliki Gyotaejeon dibangun dalam pertimbangan istrinya privasi ratu.

15

          Bangunan ini terbakar pada tahun 1592 ketika Jepang menyerbu Korea , namun dibangun kembali pada tahun 1867. Namun demikian, ketika Daejojeon dari Changdeokgung Palace dibakar oleh api pada tahun 1917, pemerintah Jepang dibongkar bangunan dan daur ulang bahan konstruksi untuk mengembalikan Daejojeon. Bangunan saat ini dibangun kembali pada tahun 1994 sesuai dengan desain dan spesifikasi aslinya. Bangunan, seperti Gangnyeongjeon, tidak memiliki bubungan atap atas disebutyongmaru.

Donggung (Istana Pangeran Mahkota)

             Changdeokgung (Istana Changdeok) adalah sebuah komplek istana Dinasti Joseon di Seoul, Korea Selatan. Istana Changdeok adalah salah satu dari Lima Istana Besar yang dibangun sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan. Istana Changdeok terletak di sebelah timur Gyeongbokgung sehingga sering disebut dengan Donggung atau Istana Timur. Makna dari Changdeokgung (昌德宮) adalah Istana Kemakmuran.

1617

Gyeonghoeru (Paviliun)

18.jpg

       Bangunan ini terletak di samping bangunan utama yaitu Geunjeongjeon. Sangat menarik dan cantik karena Gyeonghoeru dibangun di atas pulau buatan di tengah danau dan menunjukkan ciri dari arsitektur tradisional Korea yang menggabungkan kemegahan dan kesederhanaan. Suasana yang nyaman sekaligus damai benar-benar terasa di sini.

19

Pola dirancang dengan”Angin-blowing” lubang di pegangan tangga dari lantai atas paviliun.

20

Sebuah patung naga digali dari tempat Gyeonghoeru Pavilion

2122

Tingkat atas dari Gyeonghoeru Pavilion

Hyangwonjeong (Paviliun)

23.jpg

        Bisa dibilang ini adalah paviliun khusus untuk raja karena dibangun atas perintahnya sendiri. Tempat ini menjadi tempat bersantai dan ruang pribadi sang raja. Seperti halnya paviliun Gyeonghoeru, Hyangwonjeong juga dikelilingi kolam yang cantik dan menenangkan. Sebuah jembatan panjang dibuat untuk menghubungkan Hyangwoenjeong dengan istana.

Sumber :

http://ceritacatatancoratcoret.blogspot.co.id/2011/12/gyeongbokgung-palace.html

https://corlena.wordpress.com/foreign-cities/gyeongbokgung-palace-rebuilding-and-restoration-seoul-korea/

https://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_invasions_of_Korea

https://www.google.co.id/?gws_rd=ssl

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s