Arsitektur Lingkungan

Standar

Nama : Dini Indah Saraswati
Npm : 22313576
Kelas : 2TB04
Matkul : Arsitektur Lingkungan
Dosen : Edi Sutomo

Pengaruh Arsitektur terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar

Seorang arsitek, adalah seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau ahli lingkungan binaan.
Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya untuk memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karena lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkungan binaan.

Arti lebih umum lagi, arsitek adalah sebuah perancang skema atau rencana.
“Arsitek” berasal dari Latin architectus, dan dari bahasa Yunani: architekton (master pembangun), arkhi (ketua) + tekton (pembangun, tukang kayu).
Dalam penerapan profesi, arsitek berperan sebagai pendamping, atau wakil dari pemberi tugas (pemilik bangunan). Arsitek harus mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek sesuai dengan bestek dan perjanjian yang telah dibuat. Dalam proyek yang besar, arsitek berperan sebagai direksi, dan memiliki hak untuk mengontrol pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Bilamana terjadi penyimpangan di lapangan, arsitek berhak menghentikan, memerintahkan perbaikan atau membongkar bagian yang tidak memenuhi persyaratan yang disepakati.
Namun dalam penerapan pekerjaan arsitektur jarang yang memperhatikan dampak lingkungan binaan sekitar.

ISU PENERAPAN ARSITEKTUR LINGKUNAGN BAIK YANG BERHASIL MAUPUN YANG TIDAK BERHASIL

Pengaruh posotif pekerjaan arsitek terhadap lingkungan

1.Memperhatikan hubungan antara ekologi dan arsitektur, yaitu hubungan antara massa bangunan dengan makhluk hidup yang ada disekitar lingkungannya, tak hanya manusia tetapi juga flora dan faunanya. Arsitektur sebagai sebuah benda yang dibuat oleh manusia harus mampu menunjang kehidupan dalam lingkugannya sehingga memberikan timbal balik yang menguntungkan untuk kedua pihak. Pendekatan ekologis dilakukan untuk menghemat dan mengurangi dampak – dampak negatif yang ditimbulkan dari terciptanya sebuah massa bangunan, akan tetapi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Contoh terapannya yaitu, munculnya trend green design.
2.Memberikan dampak pada estetika bangunan
3.Dapat memberikan pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota.
4.Memperhatikan kondisi lahan yang akan dibangun. Sebagai contoh bila bangunan akan didirikan pada lahan yang memiliki kemiringam, maka dengan pendekatan ekologis bisa dicarikan solusinya seperti memperkuat pondasi, atau menggabungkan unsur alam pada lingkungan dengan bangunan yang ada sehingga semakin estetis bangunan yang tercipta.

Penerapan arsitektur lingkungan baik yang berhasil

Taman ismail marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
Banyaknya lingkungan hijau di site bangunan tersebut dan pembuatan taman pada atap sehingga membuat dampak positif untuk mengurangi dampak global warming.
•Sebagai taman hijau kota.
•Pembuatan the “Artificial Sungai” dibuat sepanjang sisi barat laut situs untuk membantu mengumpulkan air hujan untuk didaur ulang dan mengganti pagar sebagai batas ramah antara taman dan sekitarnya.

Pengaruh arsitek lingkungan baik yang tidak berhasil

BANJIRNYA KOTA JAKARTA
00

Banjirnya kota jakarta merupakan akibat dari sitem pembangunan-pembangunan di jakarta yang tidak memikirkan lingkungan, hal tersebut marupakan akibat dari lingkungan yang seharunya merupakan daerah hijau di jadikan menjadi gedung-gedung dan pemakaian plester penuh pada setiap permukaan tanah di kota jakarta sehingga tidak adanya tempat lagi untuk resapan air.

Cara mengatasi : Seharusnya untuk jalan pejalan kaki tidak perlu menggunakan plester melainkan menggunakan bata konblok agar air dapat meresap ke tanah dan kita harus berbenah diri. Membuang sampah pada tempatnya, jangan membuang sampah ke selokan, Perbaikan infrastruktur selokan, sungai, dan penataan gedung.

Cara Mengatasi Banjir Secara Struktural
Secara struktural atau secara fisik, kota Bangkok sudah memiliki beberapa fasilitas yang sangat bagus untuk mengatasi banjir. Fasilitas yang mereka miliki sebagaimana saya kutip dari Department of Drainage and Sewerage Thailand antara lain;
•Polder System; sistem ini sudah diterapkan di belanda dengan cara membangun tanggul yang kedap air. Air yang berada pada daerah polder dipompakan keluar dari Polder dan ditampung oleh polder lain di atasnya. Kota Bangkok sudah menerapkan sistem ini dan ini sangat menolong mereka dalam mengontrol air. Sistem polder ini terdiri beberapa point di antara, tanggul, pompa air banjir, kanal, terowongan, dan waduk.

000

Ilustrasi Polder System (Sumber: http://www.heardutchhere.net)
•Dike/Tanggul; Pemerintah kota Bangkok membangun tanggul penahan air sungai di pinggiran sungai yang ada disana.
•Pumping Station/Pompa Banjir; Untuk pompa banjir ini, rasanya pemerintah DKI juga sudah membangun namun saya rasa masih kurang. Kota Bangkok memiliki sekitar 409 tempat pompa air banjir yang digunakan apabila intensitas hujan meningkat.
•Pengembangan Kanal; Untuk mengatasi banjir, pemerintah Bangkok membangun 1682 kanal dengan total panjang sekitar 2604 Km. Selain kanal, mereka juga memiliki 7 terowongan dengan total panjang 19 Km.

0000

Salah Satu Terowongan Air di Kota Bangkok (Sumber: Department of Drainage and Sewerage Thailand)
• Retention Area; ini merupakan tempat penampung air dan kota Bangkok memiliki 25 lokasi penampung air atau waduk. Untuk Jakarta kita sudah punya beberapa waduk, kalau dirasa kurang berarti harus bangun lagi.
• Flood Control Center; Pengawai di kantor tersebut bekerja 24 jam dan menginformasikan kepada masyarakat tentang data curah hujan.

Hal-hal yang menjadi perhatian lingkup dalam pekerjaan arsitektur adalah:
* Gunakan Optimalkan Energi
Dengan pasokan Amerika bahan bakar fosil berkurang, kekhawatiran untuk kemerdekaan energi dan meningkatkan keamanan, dan dampak dari perubahan iklim global yang timbul, adalah penting untuk mencari cara untuk mengurangi beban, meningkatkan efisiensi, dan memanfaatkan sumber daya energi terbarukan di fasilitas federal.
* Melindungi dan Menghemat Air
Di banyak negara, air bersih merupakan sumber semakin langka. Sebuah bangunan yang berkelanjutan harus mengurangi, kontrol, dan / atau mengobati limpasan situs, penggunaan air secara efisien, dan penggunaan kembali atau daur ulang air untuk digunakan di tempat, jika memungkinkan.
* Lebih baik Gunakan Produk Lingkungan
Sebuah bangunan yang berkelanjutan adalah dibuat dari bahan yang meminimalkan dampak siklus kehidupan lingkungan seperti pemanasan global, penipisan sumber daya, dan toksisitas manusia. Lingkungan bahan disukai memiliki efek mengurangi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan dan berkontribusi untuk meningkatkan keselamatan pekerja dan kesehatan, kewajiban mengurangi, biaya pembuangan dikurangi, dan pencapaian tujuan lingkungan.
* Meningkatkan Kualitas Lingkungan Indoor (IEQ)
Kualitas lingkungan indoor (IEQ) dari sebuah bangunan memiliki dampak signifikan pada kesehatan penghuni, kenyamanan, dan produktivitas. Di antara atribut lain, sebuah bangunan yang berkelanjutan memaksimalkan pencahayaan; memiliki ventilasi yang tepat dan kontrol kelembaban, dan menghindari penggunaan bahan-bahan dengan emisi tinggi VOC. Selain itu, pertimbangkan ventilasi dan penyaringan untuk mengurangi kimia, biologi, dan serangan radiologi.
* Operasional dan Pemeliharaan Praktek Optimalkan
Mengingat operasi bangunan dan isu pemeliharaan selama tahap desain awal fasilitas akan memberikan kontribusi untuk lingkungan kerja yang baik, produktivitas yang lebih tinggi, energi dan biaya sumber daya, dan mencegah kegagalan sistem. Mendorong bangunan operator dan personil perawatan untuk berpartisipasi dalam tahap desain dan pengembangan untuk menjamin operasi yang optimal dan pemeliharaan gedung. Desainer dapat menentukan bahan dan sistem yang mempermudah dan mengurangi kebutuhan perawatan; membutuhkan air lebih sedikit, energi, dan bahan kimia beracun dan pembersih untuk menjaga, dan biaya-efektif dan mengurangi biaya hidup-siklus. Selain itu, fasilitas desain untuk menyertakan meter untuk melacak kemajuan inisiatif keberlanjutan, termasuk penurunan penggunaan energi dan air dan limbah, dalam fasilitas tersebut dan di situs.

Sumber :
http://www.google.com

Cara Mengatasi Banjir Jakarta Ala Bangkok

http://vraymozeart.blogspot.co.id/2012/11/dampak-pembangunan-arsitektur.html
http://www.bbc.com/indonesia/forum/2013/01/130117_forum_banjir_jakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s